PROGRAM PENDIDIKAN

KURIKULUM PLUS

KURIKULUM ADAPTIF : Kurikulum perpaduan antara kurikulum Cambidge dengan kurikulum KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP

KURIKULUM AGAMA    : Kurikulum Depag yang dikombinasikan dan dipadukan dengan kurikulum LP. Ma'arif NU Cabang Gresik yang bercirikan Ahlussunah Wal Jama'ah

Untuk menunjang hal tersebut diatas, maka kemampuan bahasa asing yang digunakan di SMA NUSA adalah bahasa Arab, Mandarin, dan Bahasa Jepang selain Bahasa Inggris.

SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik juga mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dengan mempertajam kurikulum Muatan Lokal, sehingga menjadi SMA plus dibanding dengan SMA lain. Hal ini dimaksudkan agar siswa memiliki dan menguasai keterampilan yang dipakai bekal terjun di tengah-tengah masyarakat baik Nasional maupun Internasional. Adapun muatan lokal yang dikembangkan di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik, adalah Fotografi-Sinematografi, Sastra Indonesia, Enterpreneurship, Komputer Akuntansi (KompAk), dan Desain Grafis.

Untuk mendukung ragam potensi siswa maka dalam kegiatan ekstrakurikuler diberikan wadah sesuai dengan minat dan bakatnya serta disediakan sarana dan prasarana yang memadai sehingga  bisa berkembang secara optimal dan berprestasi di tingkat Nasional maupun Internasional.

 Inilah SMANUSA 

  1. Lulusannya diterima di PT Luat Negeri dan mayoritas  di PTN,
  2. Menerapkan ” Manajemen Lembaga berkarakter dan Sistemik”
  3. Pelajaran Seni Budaya dan Olahraga dapat dipilih sesuai bakat minat masing-masing.
  4. Target  semester ke 3, sudah punya kemampuan berkomunikasi bhs inggris.
  5. Permbelajaran Bahasa Asing Selalu didampingi “Native Speaker (Orang Asing)”.
  6. Menyiapkan 42 macam ekstrakurikuler
  7. Ruang belajar yang representative, nyaman dan dengan pendingin ruangan (AC) dan dilengkapi dengan berbagai media
  8. Fasilitas terlengkap berstandar Internasional
  9. Perpustakaan terbaik nasional
  10. Konsep sekolah modern, sekolah sehat dengan kearifan local
  11. Sudah dikunjungi lebih dari 19 negara di Dunia
  12. Bekerjasama (school sister) dengan 24 lembaga pendidikan luar negeri.
  13. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, telah dikunjungi 397 sekolah di seluruh Indonesia, untuk studi banding.
  14. Prestasi  Internasional.

KOMENTAR